Bab 8 fisika inti dan radio aktivitas
Fisika Inti dan Radioaktivitas (Bab 8)
Partikel penyusun inti atom adalah proton dan neutron. Sebenarnya, notasi atom terdiri dari tiga partikel dasar atom yaitu proton, elektron, dan neutron.
Proton dan neutron berada dalam inti atom, sedangkan elektron terdapat pada sekeliling inti atom sebagai kulit atom. Elektron bermuatan negatif (-).
Teori inti atom dikemukakan oleh Ernest Rutherford, seorang fisikawan asal Selandia Baru. Dikutip dari e-modul Kimia Kemdikbud kelas X yang disusun Fadillah Okty Myranthika, MPd, Rutherford menyatakan bahwa atom terdiri dari inti atom yang bermuatan positif dan dikelilingi elektron yang bermuatan negatif.
Rutherford juga disebut sebagai Bapak fisika nuklir yang berjasa mengenalkan konsep lintasan atau kedudukan elektron atau kulit atom. Rutherford membuat model atom seperti layaknya suatu tata surya.
Sayangnya, model atom Rutherford tidak bisa menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom.
Proton
Proton adalah partikel penyusun atom yang bermuatan positif dan memiliki massa sebesar massa hidrogen yaitu 1,67262 x 10^-27 kg atau 1.836 kali lebih berat dari elektron.
Proton berada dalam jauh dalam inti atom sehingga tidak dapat terganggu oleh partikel luar atom. Hal ini menyebabkan proton adalah subpartikel atom yang stabil.
Neutron
Dilansir dari Chemistry LibreTexts, neutron merupakan subpartikel atom yang tidak memiliki muatan atau bersifat netral. Hanya atom hidrogen saja yang tidak memiliki neutron.
Neutron memiliki massa yang lebih berat dari elektron yaitu 1,67493 x 10^-27 kg dan dapat ditemukan dalam inti atom bersama dengan proton.
Elektron
Elektron yaitu subpartikel atom bermuatan listrik negatif dan paling ringan di antara subpartikel lainnya yaitu 9,1093837015 x 10^-31 kg. Saking ringannya elektron, 99 persen massa atomnya bergantung pada proton dan neutron.
Elektron ditemukan dalam kulit atom secara beraturan, mengorbit inti atom seperti planet-planet yang mengorbit Matahari.
Karena berada di bagian luar atom, elektron bukanlah partikel yang stabil. Elektron dapat lepas ataupun berpindah ke atom lain membentuk reaksi kimia.
pembahasan di link berikut : https://youtu.be/W9m334UwzX4?si=Q-IpWHFSfubgq-EY
B. struktur atom
Apa Itu Struktur Atom?
Atom adalah unit dasar dari materi. Ini adalah struktur paling kecil dari unsur kimia yang masih mempertahankan sifat-sifat kimiawi unsur tersebut. Atom terdiri dari tiga partikel subatomik: proton, neutron, dan elektron. Proton memiliki muatan positif, neutron tidak memiliki muatan (netral), sedangkan elektron memiliki muatan negatif. Proton dan neutron terletak di inti atom yang padat, sementara elektron mengorbit inti dalam kulit elektron yang berbeda-beda.
Setiap unsur kimia memiliki nomor atom yang ditentukan oleh jumlah proton di inti atom. Nomor atom menentukan identitas kimia unsur tersebut. Misalnya, atom hidrogen memiliki satu proton, sehingga nomor atomnya adalah 1, sedangkan atom karbon memiliki enam proton, sehingga nomor atomnya adalah 6.
Sementara itu, massa atom dianggap hanya berasal dari massa inti atom, sedangkan massa elektron dapat diabalkan karena elektron memiliki massa yang sangat kecil. Massa atom ini disebut nomor massa (A) yang dapat ditentukan dari jumlah proton dan neutron dalam inti atom.
Nomor massa (A) = jumlah proton + jumlah neutron
Berdasarkan persamaan tersebut, jumah neutron (n) dalam inti atom dapat diketahui jika nomor massa dan nomor atom diketahui. Dengan demikian,
dengan X = nama unsur, Z = nomor atom (jumlah proton),
dan A = nomor massa (jumlah proton + jumlah neutron).
https://youtu.be/g7zsWsXDQOw?si=7J9HW53PqDQlVC4x
Pengertian Radioaktif, Jenis, Hingga Dampaknya
Radioaktivitas adalah topik penting yang telah menarik perhatian banyak ilmuwan sejak ditemukan pada akhir abad ke-19. Bukan hanya sekadar fenomena fisika, radioaktivitas memiliki peran besar dalam berbagai bidang, mulai dari kedokteran hingga energi nuklir. Namun, radiasi dari bahan radioaktif juga membawa dampak yang signifikan bagi kesehatan dan lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Mari kita telusuri lebih dalam mengenai apa itu radioaktif, jenis-jenisnya, dan dampaknya.
Apa Itu Radioaktif?
Radioaktif adalah sifat unik dari bahan tertentu yang menghasilkan energi melalui pelepasan partikel subatomik. Pelepasan ini terjadi karena inti atom yang tidak stabil mencoba mencapai kestabilan dengan cara meluruh, dan proses ini dikenal sebagai radioaktivitas. Partikel-partikel yang dilepaskan bisa berupa partikel alfa, beta, atau radiasi gamma yang tak terlihat, namun memiliki dampak yang besar. Radioaktivitas bisa terjadi secara alami maupun buatan.
Jenis-Jenis Radioaktif
Radioaktivitas dikategorikan berdasarkan jenis partikel atau energi yang dilepaskan. Setiap jenis radiasi memiliki karakteristik dan kemampuan penetrasi yang berbeda:
Radiasi Alfa (α)
Radiasi ini terdiri dari partikel alfa yang membawa dua proton dan dua neutron. Meskipun partikel ini memiliki kemampuan penetrasi rendah, paparan langsung terhadap radiasi alfa tetap berpotensi membahayakan jika zat radioaktifnya terhirup atau tertelan.
Radiasi Beta (β)
Radiasi ini melibatkan partikel beta berupa elektron atau positron dengan kemampuan penetrasi lebih tinggi daripada partikel alfa. Karena ukurannya yang lebih kecil, partikel beta bisa menembus lapisan kulit tetapi biasanya tidak mampu menembus bahan tebal.
Radiasi Gamma (γ)
Berbeda dari alfa dan beta, radiasi gamma berupa gelombang elektromagnetik dengan energi sangat tinggi. Jenis radiasi ini dapat menembus bahan yang tebal, sehingga paparan radiasi gamma dalam jumlah besar sangat berbahaya bagi kesehatan.
Sinar-X
Sinar-X memiliki karakteristik serupa dengan radiasi gamma namun dengan energi yang lebih rendah. Sinar-X banyak dimanfaatkan dalam dunia medis, namun tetap perlu perlindungan khusus untuk mencegah paparan berlebihan.
penjelasan yt : https://youtu.be/JYQ1lsao2eg?si=xVkX_mVaE4JrrxC1
reaksi inti
adalah proses perubahan yang terjadi di inti atom, karena reaksi ini inti atom dapat memancarkan zat radioaktifsehingga terbentuk inti atom baru. Perubahan itu karena peristiwa peluruhan, penggabungan, atau pecah akibat benturan.
Reaksi peluruhan menggambarkan berubahnya inti atom menjadi inti atom baru dengan memancarkan partikel radiasi. Persamaan reaksi peluruhan mudah dikenali dari bentuk perubahan inti atom seperti contoh berikut ini.
Peluruhan Alfa

Pada peluruhan alpha melepas dua proton dan dua neutron sekaligus.
Peluruhan Beta

Pada peluruhan beta terjadi perubahan neutron menjadi proton
Peluruhan Beta Positif

Pada peluruhan beta positif terjadi perubahan proton menjadi neutron
Peluruhan Sinar Gamma

Pada peluruhan gamma tidak ada proton atau neutron yang berubah. Biasanya peluruhan gamma bersamaan dengan peluruhan lainnya
yt : https://youtu.be/WK86jsJ1FmM?si=PUjfIZJ-dyN1gPwN


Komentar
Posting Komentar